Jumat, 22 Februari 2013
TERAPI FOTODINAMIKA
Terapi fotodinamika merupakan metoda efektif dan selektif yang memberikan keuntungan menghancurkan penyakit sel tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Terapi fotodinamika didasarkan pada konsep bahwa molekul fotosensiter dapat ditempatkan pada sel kanker. Spesies oksigen reaktif seperti oksigen singlet (1O2) atau radikal bebas merupakan senyawa sitotoksik yang secara ireversibel dapat merusak sel yang diperlakukannya.
Fotosensitisasi merupakan metoda sederhana dan mudah dikendalikan untuk menghasilkan oksigen singlet. Radiasi cahaya dengan panjang gelombang sesuai diserap oleh fotosensitiser dan digunakan untuk mengeksitasi oksigen menjadi oksigen singlet. Proses ini telah diringkas secara lengkap oleh Wang (2004). Dengan tahapan sebagai berikut:
P(S0) + hv P(S1) (1)
P(S1) P(S0) + hvF kF (2)
P(S1) P(S0) kIC (3)
P(S1) P(T1) kISC (4)
P(T1) P(S0) + hvp kP (5)
P(T1) P(S0) knr (6)
P(T1) + 3O2 P(S0) + 1O2 ken (7)
P(T1) + 3O2 P+ + O2- ket (8)
P(T1) + 3O2 P(S0) + 3O2 kpq (9)
Iradiasi cahaya dengan panjang gelombang sesuai dengan fotosensitiser (S0) menyebabkannya tereksitasi ke tingkat energi S1 [reaksi 1]. Waktu hidup tingkat energi S1 dalam jangka nanodetik terlalu pendek untuk menghasilkan interaksi dengan molekul yang ada disekitarnya sehingga memancarkan energinya melalui proses fluoresensi [reaksi 2] atau proses non radiasi akibat perubahan orientasi spin elektron ke tingkat tereksitasi triplet (TI) [reaksi 3 dan 4]. Waktu hidup tingkat TI pada jangka mikro sampai milidetik. Hal ini cukup panjang untuk proses pemadaman radiasi. Proses ini dikenal dengan fosforisensi [reaksi 5]. Mekanisme pemadaman meliputi transfer energi, transfer muatan, abstraksi hidrogen dan transfer oksidatif [reaksi 6]. Pemadaman triplet melibatkan dioksigen yang dapat digambarkan oleh transfer energi, elektron dan deaktifasi fisik yang menghasilkan 1O2, O2-, dan 3O2 [reaksi 7,8 dan 9].
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar